User Biasa Jadi Sudoers

Leave a comment

Pernah bikin user di Ubuntu tapi pas mau pake ‘sudo’ ditolak? Katanya sih, usermu itu bukan termasuk ‘sudoers’ ataw user yang berhak menggunakan akses superuser.

Beginih caranya.. Karena dirimu belum termasuk ke dalam kasta sudoers, jadi minta tolong sama user yg lain (yg bisa pake akses ‘sudo’) untuk melakukan ini:

  1. Masuk ke command line (console).
  2. Ketik sudo adduser usermu admin. Selesai.

Perintah di atas maksudnya memasukkan usermu itu ke dalam group admin. Cara ceknya, sekarang login pake usermu yg tadi ga bisa pake sudo, terus ke command line dan ketik groups. Kalo udah termasuk ke dalam group admin, bisa deh pake sudo. Selamat mencoba 🙂

NB: Belum coba di linu yang laen, barangkali bisa dipake juga, tinggal ganti ‘sudo’ nya mungkin, hehe..

Masalah Sound Ubuntu 9.10

Leave a comment

Maksud hati mau setel lagu, saya install VLC media player beserta beberapa codec pendukung. Restart karmic, weleh-weleh malahan ilang suaranya @@’

Ternyata permasalahannya ada di Software modem (System > Administation > Hardware Drives) yang aktif. Deactivate your Software modem, apply, restart your karmic, voila! Tung-ning-nang-ning-jleng! Muncul lagi suaranya.

Nah yang jadi pertanyaan, kenapa bisa konflik antara Software modem ini dengan sound?? Menurut deskripsinya, Software modem ini sangat penting bagi yang pengen pasang modem, apalagi di laptop pada umumnya, saya sendiri pake EV-DO tapi konfigurasi ga lewat Software modem ini. Di satu sisi, komputer tanpa sound seperti…. komputer tanpa sound! XD

Konfigurasi Smart EV-DO AC2726 Modem di Ubuntu 9.10

1 Comment

Step by step:

1. Download package debian untuk usb_modeswitch dan wvdial, simpan di satu direktori khusus (jangan langsung install)

2. Plug-in modem Smart EV-DO AC2726, kemudian buka Terminal dan jalankan:

$ lsusb

maka akan muncul kira-kira tampilan seperti ini

Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 002: ID 19d2:fff5 ONDA Communication S.p.A.
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

3. Install usb_modeswitch dengan cara klik 2x file instalasi debian tersebut

4. Setelah instalasi selesai, jalankan:

$ sudo gedit usb_modeswitch

tambahkan baris berikut di bagian paling bawah:

DefaultVendor= 0x19d2
DefaultProduct= 0xfff5
TargetVendor= 0x19d2
TargetProduct= 0xfff1
MessageContent=”5553424312345678c00000008000069f030000000000000000000000000000″

5. Simpan, kemudian tutup editor. Jalankan perintah:

$ sudo usb_modeswitch

jika berhasil, seharusnya akan muncul seperti baris berikut:

Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 002: ID 19d2:fff1 ONDA Communication S.p.A.
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

jika tidak seperti tampilan di atas, coba cek ulang file konfigurasi usb_modeswitch

6. Buat file baru, lakukan perintah berikut:

$ sudo gedit /etc/udev/rules.d/99-zte-ac2726.rules

kemudian isikan:

SUBSYSTEM==”usb”, SYSFS{idVendor}==”19d2″, SYSFS{idProduct}==”fff5″, RUN+=”/usr/sbin/usb_modeswitch –default-vendor 0x19d2 –default-product 0xfff1 –message-content 5553424312345678c00000008000069f030000000000000000000000000000″

7. Simpan, keluar dari editor. Lakukan probing untuk assign device modem ini yang fungsinya sudah diubah dari storage menjadi modem, jalankan perintah berikut:

$ sudo modprobe usbserial vendor=0x19d2 product=0xfff1

8. Buat file baru, jalankan perintah:

$ sudo gedit /etc/ppp/peers/smart

kemudian isikan konfigurasi di bawah ini:

hide-password
noauth
connect “/usr/sbin/chat -v -f /etc/chatscripts/evdo”
debug
ttyUSB0
921600
defaultroute
noipdefault
user “smart”
remotename smart
ipparam smart
crtscts
lock
usepeerdns

9. Simpan, keluar dari editor. Tambahkan konfigurasi password chap, jalankan perintah berikut:

$ sudo gedit /etc/ppp/chap-secrets

tambahkan di baris paling bawah:

smart * smart

10. Simpan, keluar dari editor. Buat sebuah file baru, jalankan perintah berikut:

$ sudo gedit /etc/chatscripts/smart

isikan konfigurasi berikut:

ABORT BUSY ABORT ‘NO CARRIER’ ABORT VOICE ABORT ‘NO DIALTONE’ ABORT ‘NO DIAL TONE’ ABORT ‘NO ANSWER’ ABORT DELAYED
” “AT”
‘OK’ “ATQ0V1E0”
‘OK’ “ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0”
OK-AT-OK “ATDT#777”
CONNECT \d \c

11. Simpan, kemudian keluar dari editor. Konfigurasi modem selesai, selanjutnya saya akan menjelaskan konfigurasi wvdial untuk dialing modemnya.

12. Install paket debian wvdial yang sudah didownload sebelumnya, setelah selesai masuk kembali ke Terminal dan jalankan perintah:

$ sudo gedit /etc/wvdial.conf

tambahkan baris berikut di bagian paling bawah isi file:

[Dialer smart]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = USB Modem
ISDN = 0
New PPPD = yes
Phone = #777
Modem = /dev/ttyUSB0
Username = smart
Password = smart
Baud = 460800

13. Simpan file tersebut, keluar dari editor. Secara keseluruhan instalasi dan konfigurasi sudah selesai. Jalankan perintah berikut untuk dialing modem:

$ sudo wvdial smart

jika muncul tampilan mirip seperti di bawah ini berarti internet sudah terkoneksi 🙂

–> WvDial: Internet dialer version 1.60
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: ATZ
ATZ
OK
–> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
OK
–> Modem initialized.
–> Sending: ATDT#777
–> Waiting for carrier.
ATDT#777
CONNECT
–> Carrier detected. Waiting for prompt.
~[7f]}#@!}!}!} }9}”}&} } } } }#}%B#}%}%}&} 08Q}’}”}(}”[1d][14]~
–> PPP negotiation detected.
–> Starting pppd at Wed Apr 7 18:28:02 2010
–> Pid of pppd: 2126
–> Using interface ppp0
–> pppd: `
–> 08]
–> pppd: `
–> 08]
–> pppd: `
–> 08]
–> pppd: `
–> 08]
–> pppd: `
–> 08]
–> local IP address 10.11.216.82
–> pppd: `
–> 08]
–> remote IP address 10.17.4.139
–> pppd: `
–> 08]
–> primary DNS address 10.17.3.244
–> pppd: `
–> 08]
–> secondary DNS address 10.17.3.252
–> pppd: `
–> 08]

Catatan: tampilan di atas bisa saja berbeda, tapi selama wvdial berhasil mendapatkan DNS berarti dialing modem berhasil

Ketika awal saya browsing, ternyata ada kekurangan dari instalasi dan konfigurasi ini yaitu tiba-tiba browser offline dan pidgin hang, berakhir dengan crash. Setelah googling ternyata diketahui bahwa koneksi ini akan terputus secara otomatis setelah berlangsung selama  50 menit saja. Berikut cara ngakalinnya supaya modemnya tetep konek sama internet :p

1. Matikan koneksi internet dengan modemnya (tekan tombol Ctrl + C, koneksi akan diputus, lihat statusnya pada Terminal)

$ sudo gedit /etc/ppp/options

tambahkan baris berikut di bagian paling bawah file (setelah comment EOF)

asyncmap 0
noauth
crtscts
modem
proxyarp
noipx
persist
idle 1000000

2. Simpan file, kemudian jalankan $ sudo wvdial smart lagi. Selesai.

Antara Pasar Anyar dan BNR

4 Comments

Langsung jepret ajah, antara Pasar Anyar dan Bogor Nirwana Residence berakhir dengan hujan di Gang Kelor :p ~ Maret 2010.

Silahkan yang mau komen-komen 😀

Fatal Error Joomla Default Editor

Leave a comment

I just meet a problem in my Joomla-made Website, when I want to install Phocagallery component there was an error

Fatal error: Call to undefined method stdClass::onDisplay() in /[host root folder]/libraries/joomla/html/editor.php on line 261

If we see the error directory, it doen’s come from Phocagallery component but it pure Joomla bug. I’m looking for the solution and I got this one:

1. Go to error directory above, chmod-ing file editor.php to 664 then open the file

2. Go to line 261, you will see

// Try to authenticate
$result[] = $plugin->onDisplay($editor);

Replace the code:

if (method_exists($plugin, ‘onDisplay’)) { $result[] = $plugin->onDisplay($editor); }

3. Save and reupload the file using your FTP client.

4. Done, solved.

Reference: http://forum.joomla.org

Mencegah Spoofing

1 Comment

Awalnya saya tau masalah ini di tempat saya kerja, pas lagi browsing saya perhatiin ko browser selalu mengarahkan ke url yang sama dan antivirus mendetek alamat url itu sebagai sebuah virus, selalu seperti itu. Url nya kebetulan bermacam-macam, saya sendiri ga inget, yang saya inget selalu diakhiri dengan file ads.js, kemudian antivirus mendetek file bernama root.gif sebagai sebuah virus. Setiap kali browsing, membuka halaman apapun selalu begitu.

Bukan hanya itu saja, kecepatan akses internet pun berkurang bahkan cenderung putus koneksi ke WAN. Setelah saya cek menggunakan MAC Address Scanner ternyata yang saya temukan adalah nilai MAC Address Gateway sama dengan nilai MAC Address yang dimiliki oleh salah satu client di dalam LAN, sesuatu hal yang sebetulnya ga mungkin terjadi, mengingat alamat fisik (MAC Address) itu bersifat unik dan wajar ajah kalo ternyata koneksi WAN terputus, lha wong MAC Address Gateway = MAC Address Client. Kasus seperti ini dikenal dengan istilah ARP Spoofing.

Tips untuk mencegah ARP Spoofing:

  1. Lakukan pengecekan MAC Address dengan menggunakan tools, saya menggunakan Colasoft MAC Scanner
  2. Scan network kemudian lihat hasil yang didapat, jika terdapat 2 buah IP Address dengan nilai MAC Address yang sama dengan Gateway…
  3. Putus client tersebut dari jaringan, kemudian scan virus dengan menggunakan antivirus yang up-to-date virus databasenya
  4. Setelah dilakukan virus scanning, lakukan langkah penutup ini: buka Command Prompt lalu ketik: arp -s ip_address_gateway mac_address_gateway lalu tekan tombol Enter, selesai

Langkah terakhir di atas adalah untuk mengunci IP Address dan MAC Address milik gateway menjadi statis di komputer client tersebut. Maka untuk tujuan keamanan dari ARP Spoofing, sebaiknya lakukan langkah ini juga terhadap seluruh komputer client yang terkoneksi dengan LAN.

Tapi…, kepikiran ga sih kalo harus melakukan langkah ini tiap kali komputer booting, tidak semua user mengerti hal ini dan tentunya ini bukan tugas user. Solusinya adalah buat service yang menjalankan perintah ini dan dilakukan secara otomatis tiap kali komputer booting. Berikut adalah langkah pembuatan service tersebut:

  1. Ketikkan di dalam notepad/teks editor lain: sc.exe create “nama_service” C:\WINDOWS\system32\arp.exe -s ip_address_gateway mac_address_gateway
  2. Save dengan format nama_file.bat
  3. Jalankan file tersebut dengan melakukan double-click pada file tersebut
  4. Restart komputer, kemudian masuk ke Control Panel – Administrative Tools – Service
  5. Perhatikan, di dalam service seharusnya sudah terdapat nama service baru sesuai dengan nama yang dibuat tadi
  6. Klik kanan pada nama service tersebut kemudian pilih Properties
  7. Ubah parameternya menjadi Start dan Automatic start ketika komputer booting, selesai

More info and up-to-date articles about viruses, visit: www.vaksin.com

Read/write NTFS In Linux

Leave a comment

Hati-hati, jangan keliru, pada dasarnya sekarang ini Linux bisa langsung melakukan mounting terhadap partisi FAT32 maupun NTFS milik Windows, tidak seperti dulu dimana kita harus mengetikkan sintaks pada Konsole untuk melakukan mounting terhadap partisi-partisi ini. Walopun sekarang udah bisa auto-mounting, coba deh perhatiin, untuk partisi NTFS kalian ga bisa melakukan proses write di dalam partisi ini. Pada kasus ini saya menggunakan openSUSE 10 dan di atasnya juga Fedora 8.

Requirement:

  • gcc compiler harus terinstall
  • ntfs-3g dan fuse sebagai tool dependency bagi ntfs-3g (kalo kalian pake openSUSE 11, kedua paket ini sudah terinstall pada default package)

Langkah-langkah:

  1. Buka Konsole
  2. Lakukan proses mounting partisi NTFS dengan ntfs-3g, ketik: ntfs-3g /dev/hda2 /mnt/win/C
  3. Ketik: fdisk -l untuk melihat tabel partisi (optional)
  4. Ketik: df untuk untuk melihat hasil mounting, seharusnya akan ada baris ini: filesystem: /dev/hda2          mounted on: /mnt/win/C
  5. Proses mounting read/write partisi NTFS selesai, partisi hasil mounting bisa ditemukan di direktori /mnt/win/C

Tambahan: Melakukan proses auto-mounting partisi NTFS di Linux setiap kali booting

  1. Masuk ke direktori /etc, boleh melalui Konsole ataupun Konqueror atau File Explorer lainnya
  2. Temukan file fstab, buka file tersebut (direktori lengkap: /etc/fstab)
  3. Tambahkan nilai/baris berikut: /dev/hda2          /mnt/win/C          ntfs-3g          default,locale=en_US.utf8          0     0
  4. Simpan, kemudian reboot komputer
  5. Jika proses penyimpanan file gagal, login sebagai root, kemudian lakukan langkah 1 s/d 4, selesai

Older Entries Newer Entries